assalamu'alaikum sahabat baca semua terimah kasih atas kunjungan sahabat semua

Minggu, 06 Maret 2016

~ Kalam Hikmah ~


Perkataan salaf

عَن ْبنِ اْلمُباَرَكُ قَالَ: مَنْ بَخِلَ بِالْعِلْمِ إِبْتَلَي بِثَلاَثِ: إِمَّاأَنْ يَمُوْتَ فَيَذْهَبُ عِلْمُهُ,وَإِمَّاأَنْ يُنْسَى حَدِيْثَهُ,وَإِمَّا أَنْ يَبْتَلِيَ بِالسُّلْطَانِ. وَقَالَ بْنُ الْمُبَاَرَكُ: أًَلْحِبْرُ خُلُوْقُ الْعُلَمَاءِ[1]
Dari Ibn Mubarak ia berkata, "Barangsiapa yang bakhil dengan ilmu, maka ia akan ditimpa dengan tiga perkara: bisa jadi ia meninggal dan hilanglah ilmunya, atau akan dilupakan perkataanya, atau akan diuji dengan penguasa.
Ibn Mubarak berkata lagi, "Al-Hibru adalah akhlaq para ulama." Al-Hibru adalah berbudi halus, beradab dan sopan.

قَالَ إِبْرَاهِيْمُ أَلنَّخَعِي: لَيْسَ مِنَ الْمُرُوْءَةِ كَثْرَةُ الإِْ لْتِفَاتِ فِي الطَّرِيْقِ. وَقَالَ غَيْرُهُ: مِنْ كَمَالِ الْمُرُوْءَةُ أَنْ تَصُوْنَ عِرْضَكَ, وَتُكْرِمَ إِخْوَانِكَ وَتَقْبَلُ فِي مَنْزِلِكَ[2]
Ibrahim An-Nakha'I berkata, "Banyak menoleh bukanlah termasuk dari harga diri harga diri adalah menjaga kehormatanmu, menghormati temanmu dan tidur di rumahmu."
قَالَ عُمَرُ بْنُ عَبْدُ الْعَزِيْزُ,"قَيِّدُوا لنِّعْمَ اللهِ بِشُكْرِاللهِ".

Berkata Umar bin Abdul Aziz, "Ikatlah nikmat-nikmat Allah dengan bersyukur kepada-Nya
قَالَ يَحْيَ بْنُ عَجْلاَنُ, "إِنَّمَا الْكَلاَمُ أَنْ تَذْكُرَ اللهَ أَوْ تَقْرَأَ الْقُرْأَنَ أَوْ تَسْأَلَ عَنْ عِلْمِ فَتُخْبِرُبِهِ أَوْ تَتَكَلَّمُ بِأُمُوْرِ الدُّنْيَا بِمَايَعْنِيْكَ".

Yahya bin Ijlan berkata, "hanyasannya hakekat perkataan itu adalah dzikr kepada Allah, membaca Al-Quran atau ditanya tentang ilmu kemudian kamu menjelasakan atau berbicara tentang perkara dunia yang berguna bagimu[3].

قَالَ الْحَسَنُ,"إِنَّ الْعَبْدَ لاَ يَزَالُ بِخَيْرٍ مَا كَانَ لَهُ وَاعِظُ مِنْ نَفْسِهِ وَإِنْ كَانَتْ الْمُحَاسَبَةَ".

Al Hasan berkata, "Seorang hamba senantiasa dalam kebaikan selama memiliki perhatian atas jiwanya dan selalu muhasabah.[4]



[1] . Al-Adab Asyar'iyah: jilid 2 hal 209
[2] . Al-Adab Asyar'iyah: jilid 2 hal 335 
[3]Jami' Al Ulum wal Hikam.
[4]Ighotsatul Lahfan, Ibnul Qoyyim/72.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar